Suatu hari, di jam pelajaran bahasa Indonesia, masing-masing siswa di tanyai tentang apa yang jadi cita-cita mereka. Paling pertama di tanyai adalah Encek. Cowok yang nafsu makannya bagus banget ini waktu di tanya cita-citanya,dia menjawab jadi wartawan. Bu guru yang hobi nulis itu pun senang bercampur penasaran. Dia nggak nyangka siswanya yang keliatannya cool ternyata lumayan unik. Daripada penasaran, bu guru nanya lagi, kenapa kamu pengen jadi wartawan, Encek?? Dengan senyum-senyum Encek menjawab ringan, biar sering makan gratis.
Bu guru yang kebetulan rumahnya tetanggan sama rumah Encek itu [un inget Harry, kakanya Encek yang jadi wartawan di salah satu majalah remaja. Orangnya tinggi besardan sering banget ngeliput acara launching sama kuliner. Henry yang setahun lalu badannya masih langsing seperti model, sat ini udah seperti ibu-ibu yang hamil muda saking gendutnya.
Siswa lain yang juga pengen ditanya cita-citanya adalah Desi. Cewek yang rada pendiem tapi sering senyum-senyum sendiri itu, blom di tanya udah berdiri dan bilangk alo dia bercita-cita jadi ibu rumah tangga yang baik dan sayang anak-anak. Bu guru pun ikut senang, dia ikut senyum-senyum mendengar Desi nerangin apa yang jadi cita-citanya. Blom sempet ibu guru gaul ini bicara, Candra, seorang murid cowok yang duduk nggak jauh dari Desi langsung nyamber, “Saya juga punya cita-cita, bu guru. Cita-cita saya...., saya akan membantu Desi meraih cita-citanya,” dan Bu guru pun tersenyum manis sekali.
Src : gaul edisi 43 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar