안녕하세요,,,중눈미입니다. 방압습니다.

28 Mei 2011

Sunshine After The Rain (I’m Yours)(Epilogue)

Yayyy.. \(^.^)/_(._.)_\(^.^)/_(._.)_\(^.^)/
Finally.. i’ve comeback with Epilogue of Sunshine After The Rain (I’m Yours)
I’m still hope, my reader can enjoy and will be happy after they read this FF
Nyahahahaha… XD~~
This time, i’ll using Author POV
ruangan studio…
Yoseob memandang ke arah luar dengan senyum. Udara di Seoul hari ini sangat menusuk, dingin, karena hujan terus menerus turun tanpa berhenti. Sweater tebal yang membungkus tubuh mungilnya tidak mampu menahan dingin tersebut. Dia kembali ke tempatnya semula dan mengambil gitar. Perlahan dia petik gitar tersebut dan keluarlah alunan yang sangat merdu memenuhi seluruh ruangan studio. Yoseob segera memejamkan mata untuk merasakan feel dari alunan tersebut.
“When I see your face, there’s not a thing that I would change.. Cause you’re amazing, just the way you are…”
“Yoseob..”suara Gikwang menghentikan nyanyiannya.
Yoseob membuka mata dan tersenyum mendapati sang Manager Hyung sudah berdiri tidak jauh darinya sambil mengulurkan sebuah map.
“Buatmu,”katanya lagi lalu duduk di sebelah Yoseob.
Yoseob menerima map tersebut dan segera membukanya. Perlahan dibacanya isi dari map tersebut. Lirik lagu dari salah satu penyanyi asal Jerman, Alexander Klaws.
“Sunshine After The Rain?”tanya Yoseob lalu memandang manajernya.
“Nee~~”
“Bisakah kau jelaskan..”
“Well.. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sosial akan mengadakan Charity Night beberapa hari lagi dan…kau”kata Gikwang lalu menunjuk Yoseob. “..serta Junhyung diundang ke acara tersebut…”
“Dan kami diminta untuk menyanyikan lagu ini?”
That’s right,”
Yoseob hanya mengangguk pertanda dia menerima pekerjaan ini. Dia kembali membaca lirik lagu tersebut. Perlahan dia tersenyum ketika membaca Acoustic Version tertulis di bawah tulisan Sunshine After The Rain.
“Hyung, acoustic di sini, apakah kami hanya menggunakan beberapa alat musik?”
Sure, aku akan membantumu untuk piano. Kau kan bisa menggunakan gitar,”
“Baiklah.. Apakah kau membawa sampel lagu aslinya? Jujur, aku sama sekali tidak tau bagaimana irama dari lagu ini,”
Gikwang hanya mengangguk dan menyerahkan sebuah kaset. “Ini sampel lagunya. Kau terpaksa harus belajar sendiri dulu untuk hari ini karena aku masih tanggungan rapat dengan perusahaan tersebut untuk mendiskusikan semuanya dan Junhyung masih ada siaran di Sukira,”
“Ne~ Hyung…”
“Ahh..aku lupa.. ini kord gitarnya,”
Yoseob menerima kertas yang berisi kord gitar dengan senyum dan mengangguk ketika Gikwang berbalik badan dan meninggalkan ruangan studio.
“Jalka, Hyung.. Hati-hati,”
Yoseob melihat kaset yang tergeletak di samping gitar dan dengan segera berdiri mengambilnya lalu menuju ke tempat tape-recorder.
“Well, aku akan mendengarkan lagunya terlebih dahulu,”katanya lalu memasukkan kaset itu ke dalam tape-recorder.
Yoseob kembali memejamkan mata untuk merasakan feel dari lagu yang dinyanyikan oleh Alexander Klaws. Suara sang penyanyi sukses membuat Yoseob merasa hangat.

Woke up this morning
Another brand new start
That’ s our life
I jumped with every beat of my heart
When you came over
I could see something was wrong
It really isn’t worth that you
just get to keep moving alone
You know that – I always be there

Klik.. Yoseob mematikan tape tersebut dan membuka mata. Bibir mungilnya menyunggingkan senyum. Dia berdiri dari tempat duduknya untuk mengambil gitar.
“Aku akan belajar menggunakan gitar,”katanya lalu mengambil kertas yang berisikan kord gitar dan lirik lagu kemudian kembali duduk.
Kertas tersebut ditaruh di depannya. Jari-jarinya dengan lembut memetik senar gitar dan kembali ruangan studio dipenuhi alunan musik merdu yang keluar dari gitar kesayangannya. Perlahan dia menyanyikan lagu tersebut. Suaranya tidak kalah bagus dari suara penyanyi aslinya.
Woke up this morning
Another brand new start
That’ s our life
I jumped with every beat of my heart
When you came over
I could see something was wrong
It really isn’t worth that you
just get to keep moving alone
You know that – I always be there….
**
Tara_Junhyung Couple…
I’ll be your sunshine after the rain
When the sky is turning grey
You know that I’m not far away
Sunshine after the rain
Together ’til the end
Whenever you‘re in need of a friend
`cause a shoulder to cry on
someone there to rely on
I’ll be your sunshine after the rain
It´s the one thing I won’t change
Tara dan Junhyung sedang menikmati makan malam setelah Junhyung pulang dari Sukira. Kehangatan menyelimuti mereka berdua meskipun hujan menambah dingin udara di dalam restoran. Bibir keduanya selalu menyunggingkan senyum bahagia. Mata mereka juga memancarkan kebahagiaan.
Junhyung menatap kekasihnya dengan mesra dan menyunggingkan senyum mautnya serta mengenggam tangan kekasihnya dengan erat.
“Terima kasih karena menjadi kekasihku, Tara,”
Tara menjawab perkataan Junhyung dengan senyum manisnya. “Aku juga mengucapkan terima kasih karena telah memilihku sebagai kekasihmu,”
“Sayaaanggg…”kata Junhyung lalu memeluk kekasihnya dengan erat. “Terima kasih ya,”
“Yaa~~”kata Tara lalu mendorong tubuh Junhyung pelan. “Kau mau kita menjadi bahan gosipan, ohng?”
Junhyung hanya tertawa lalu mengecup pipi kekasihnya dengan manis. “Tara, i’ll be your sunshine after the rain. It’s the one i won’t change,”
Tara mengangguk lalu tersenyum dan membalas mengecup pipi Junhyung. “Honey, i’ll be your sunshine after the rain. It’s the one i won’t change,”
“Saranghae,”kata Junhyung lalu mencium bibir kekasihnya dengan lembut.
**
Nun Mi_Minho Couple…
Nun Mi berlari dengan kencang menuju salah satu taman yang terdapat di prefekture Shibuya. Dia sudah tidak sabar ingin memeluk kekasihnya. Nun Mi yakin akan perasaannya untuk berpacaran dengan Minho.
Sebulan lebih menghadapi Jepang tanpa Minho merupakan tantangan tersendiri buat Nun Mi. Sebulan lamanya dia belajar untuk lebih setia dan itu membuahkan hasil manis. Minho menyatakan perasaan padanya.
“Aku yakin, Minholah yang menjadi pasanganku.. Tuhan mengirimkan dia untuk menerangi hatiku.. Yaaayyyyy…”teriak Nun Mi senang dan bahagia.
Sementara di taman, Minho menunggu kedatangan Nun Mi dengan jantung berdegup kencang. Beberapa paparazzi mencegatnya untuk wawancara. Minho tersenyum lalu menjawab pertanyaan dari wartawan dengan tenang.
“Aku sudah lama memendam perasaan padanya namun baru sekarang aku berani menyatakan perasaanku padanya.. Aku tidak ingin terburu-buru untuk berpacaran. Aku hanya ingin membuktikan apakah aku pantas untuknya dan dia pantas untukku…”
“MINHOOO…hoshhh..hosshh..”teriak Nun Mi sambil terengah-engah dan berjalan menuju ke arahnya.
“Dia.. Dia yang sudah berhasil mencuri hatiku,”kata Minho tersenyum lalu menghampiri Nun Mi dan segera memeluk pencuri hatinya.
Kamera paparazzi segera mengeluarkan blitz untuk mengabadikan momen bahagia tersebut. Nun Mi dan Minho menampilkan senyum bahagia mereka ketika mendapat ucapan selamat dan do’a dari para wartawan.
“Minho, sudah waktunya,”kata manajer Yuya padanya.
Nun Mi bingung melihat Minho tersenyum dan mengajaknya duduk di kursi penonton. Minho segera menuju panggung dan mengambil mic yang diulurkan padanya. Beberapa penonton yang sebagian besar fans-nya Minho bertepuk tangan dan berteriak histeris.
“Aku sangat menyanyanginya. Aku yakin, dialah matahariku…”
WHOOAAAAA…PLOKKK..PLOOKKK…
“Jung Nun Mi.. let’s happy together.. I’ll be your sunshine after the rain. It’s the one thing i won’t change,”

We know each other
Since I don’t know how long
As long as I remember
You were always there
Singing along
There ‘ve been some good times
And it’s even been some sad
But we always somehow managed
To get something good
Out of the bad

Remember – I’ll always be there
Nun Mi merasakan hangat di wajahnya. Jantungnya berdebar kencang. Nun Mi menatap Minho dengan malu-malu. Senyum manis tersungging di bibir mungilnya.
“Nun Mi.. saranghaeyo,”kata Minho lalu turun dari panggung dan berjalan ke arahnya. “Aku ingin, semua yang di sini menjadi saksi bahwa aku sangat mencintaimu, Nun Mi,”
Whoaaa…whoaaa.. Ihhhiiiyyyy…
“Minho.. let’s happy together.. I’ll be your sunshine after the rain. It’s the one thing i won’t change,”
Minho mengangguk lalu segera mencium kekasihnya dengan mesra.
**
Min Rin_Kibum Couple…

I’ll be your sunshine after the rain
When the sky is turning grey
You know that I’m not far away
Sunshine after the rain
Kibum tersenyum di tempatnya. Matanya tidak mau melepaskan pandangan pada salah satu praktikkan di laboratoriumnya. Pertemuan yang sungguh sangat biasa namun membuat efek di hatinya sungguh sangat luar biasa.
“Aku rasa, aku menyukaimu, Min Rin,”kata Kibum tersenyum manis sekali.
Beberapa praktikkan yang menangkap ekspressi professor mereka segera mengernyitkan dahi dan berbisik.
“Apakah professor Kim salah minum obat?”
“Aku tidak tau, tapi aku curiga dengan professor.. Senyumnya itu.. Tidak pernah hilang dari bibir seksinya..”
“Yaa~~ jangan-jangan professor Kim sedang jatuh cinta..”
Kibum tidak menyadari bahwa beberapa praktikkannya sedang menggosipkan dirinya. Kibum segera menenangkan jantungnya ketika orang yang telah membuatnya gemetaran mendekat.
“Professor Kim, ini laporan mengenai bahan kimia yang datang hari ini. Ouw ya, aku akan kembali ke kampus, tadi Professor Lee menelponku,”
“Baiklah.. Aku akan mengantarmu…”
“Huhhh??”
Kibum berdiri dan tersenyum.
“Ayo, Min Rin,”kata Kibum lalu segera melepas jas labnya dan menyampirkannya ke gantungan.
“Ta..ta..tapi..”
“Yaa~~ Min Rin, Professor Kim menyukaimu jadi jangan menolak tawarannya,”
“Aishh..kalian..”sewot Kibum lalu malu-malu sendiri.
“Professor, sukses ya…”
Together ’til the end
Whenever you‘re in need of a friend
`cause a shoulder to cry on
someone there to rely on
I’ll be your sunshine after the rain
It´s the one thing I won’t change
“Min Rin..izinkan aku untuk mengeringkan hujan di hatimu,”seru Kibum tiba-tiba.
Min Rin menghentikan langkahnya dan menatap punggung Kibum. Dia sama sekali tidak mempercayai pendengarannya. Apa yang sedang berbicara dengannya adalah orang yang telah mencuri hatinya, Kim Kibum? Kibum menghentikan langkahnya dan berbalik badan lalu menyunggingkan senyum.
“Yaa~~ aku berbicara jujur,”
Min Rin bergegas menghampiri Kibum dan tersenyum. “Terima kasih. Professor Kim…”
“Kibum Oppa..”
Min Rin hanya meringis malu. “Kibum Oppa, i’ll be your sunshine after the rain. It’s the one i won’t change,”
Kibum tersenyum manis sekali. Dia segera mengenggam tangan Min Rin. “Min Rin, i’ll be your sunshine after the rain. It’s the one i won’t change. Saranghae,”
Min Rin tersenyum hangat. Genggaman tangan Kibum menghangatkan hatinya. Genggaman tangan Kibum menjadi saksi kalau sunshine telah terjadi di hati.
Min Rin dan Kibum jalan berdampingan dengan tangan yang saling tergenggam erat. Kebahagiaan dan kehangatan sudah menyelimuti mereka berdua. Senyum tergambar di bibir mereka seiring dengan detak jantung yang semakin kencang.
**
Eun Min_Dongwoon Couple…
Some say that friends
will come and go
But this thing we have
will always grow
It`s just one of these things you know
Dongwoon sedang menikmati lagu kesayangannya, Sunshine After The Rain by Alexander Klaws, yang memenuhi Bridal Shop sedangkan Eun Min sedang mencoba gaun pengantin. Senyum di wajahnya muncul ketika dia melihat cover di salah satu majalah yang ada.
“Tara, selamat.. Aku akan berubah demi Eun Min.. Aku akan mengikuti kata-katamu,”seru Dongwoon pelan.
“Junhyung, aku harap kau bisa membahagiakan Tara.. Aku percaya padamu,”katanya lagi lalu meletakkan majalah itu di atas meja.
I’ll be your sunshine after the rain
When the sky is turning grey
You know that I’m not far away
Sunshine after the rain
“Sayang..”suara Eun Min terdengar.
Dongwoon segera melihat ke arahnya. Matanya membesar melihat Eun Min dibalut wedding dress. Eun Min terlihat sangat cantik, lebih cantik dari biasanya.
“Bagaimana dengan yang ini?”tanya Eun Min sambil senyum.
Dongwoon mengangguk lalu menghampiri Eun Min. “Aku setuju dengan yang ini, sayang,”
Eun Min tersenyum bahagia. “Dongwoon sayaaaangg.. Aku sangat menyayangimu,”
Dongwoon menarik calon istrinya ke dalam pelukannya dan perlahan mengecup keningnya dengan sayang.
“Eun Min, you’re my sunshine,”kata Dongwoon lalu mempererat pelukannya. “i’ll be your sunshine after the rain. It’s the one i won’t change. Saranghae,”
Eun Min mengangguk dan tersenyum bahagia. Dongwoon segera melepas pelukannya karena sudah dipelototin sang desainer, Yoon Doojon.
“Yaa~~ kalian jangan mesra-mesraan di depanku ya. Aku disini bukan dibayar untuk melihat kalian mesra-mesraan. Sudah cukup aku melihat Tara dan Junhyung sibuk dengan dunianya,”sewot Doojon.
Dongwoon dan Eun Min hanya tersenyum mendengar kesewotan dari desainer favorite mereka. Eun Min menahan Dongwoon dan segera memegang wajah tampannya.
“Sayang, i’ll be your sunshine after the rain. It’s the one i won’t change. I love you,”kata Eun Min lalu segera mencium bibirnya Dongwoon.
“Yaa~~ Yaa~~”sewot Doojon.
**
ruangan studio…
…..Together ’til the end
Whenever you‘re in need of a friend
`cause a shoulder to cry on
someone there to rely on
Yoseob masih setia berpacaran dengan gitarnya. Sesekali dia meregangkan otot-ototnya. Sesekali dia menikmati pemandangan yang tergambar di jendela. Sesekali dia meminum air putih yang sudah disediakan.
Perlahan dia melirik jam yang tergantung di dinding studio.
“Sudah jam 8 malam,”katanya lalu kembali memegang gitar. “Namun Junhyung Hyung masih belum menampakkan batang hidungnya,”
Tangan mungilnya menyambar ponsel dan dengan lincah jari-jari tangannya menari di keypad ponsel. Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar. Bibirnya menyunggingkan senyum.
“Cihh.. Junhyung Hyung lagi pacaran rupanya,”katanya lalu meletakkan ponselnya dan kembali memetik gitar.
I’ll be your sunshine after the rain
It´s the one thing I won’t change
**


cre : cloudyeppeo
source : cloudyeppeo.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar